Sabtu, 02 Januari 2010

Ringkasan Jenis Alat Tangkap dan Dampaknya
terhadap Lingkungan


1.Trawl : Pukat udang (shrimp trawl)
· Target : udang dan ikan dasar
· Pada umumnya tidak dioperasikan di daerah terumbu karang
· Tidak selektif
· Cenderung membahayakan kelestarian sumberdaya udang bila jumlah unit tidak dikendalikan
· Rawan konflik sosial



2. Pukat kantong : payang (seine net)
· Target : ikan pelagis
· Sulit dioperasikan di daerah terumbu karang, kecuali di perairan sekitarnya
· Cukup selektif bila ukuran mata jaring pada kantong diperbesar
· Jarang menyebabkan konflik sosial



3. Pukat cincin : pukat cincin (purse seine)
· Target : Ikan pelagis
· Pada umumnya tidak dioperasikan di daerah terumbu karang
· Cukup selektif bila ukuran mata jaring diperbesar
· Cenderung membahayakan kelestarian sumberdaya ikan bila jumlah tidak dikendalikan
· Rawan konflik sosial



4. Jaring insang : jaring insang tetap (bottom set gillnet)
· Target : segala jenis ikan, demersal, ikan karang maupun ikan pelagis
· Dapat dioperasikan di daerah terumbu karang, walaupun jaring mudah rusak
· Cukup selektif, mata jaring perlu disesuaikan dengan ikan target
· Jarang menyebabkan konflik sosial



5. Jaring angkat : bagan tancap (stationery lift net)
· Target : ikan pelagis kecil yang tertarik cahaya lampu
· Dapat dioperasikan di dekat daerah terumbu karang
· Cenderung membahayakan kelestarian sumberdaya ikan bila jumlah unit tidak dikendalikan
· Jarang menyebabkan konflik sosial




6. Pancing : rawai tuna (tuna longline)
· Target : tuna, cucut
· Tidak dioperasikan di daerah terumbu karang
· Selektif
· Dapat membahayakan kelestarian sumberdaya ikan bila jumlah unit tidak dikendalikan
· Jarang menyebabkan konflik sosial




7. Perangkap : bubu (portable fish pot)
· Target : ikan karang, ikan demersal
· Banyak dioperasikan di daerah terumbu karang
· Cenderung merusak terumbu karang bila operator menggunakan bahan pemberat dari karang
· Cenderung tidak selektif
· Jarang menyebabkan konflik sosial





8. Alat pengumpul kerang
· Target : kerang-kerangan
· Dapat dioperasikan di daerah terumbu karang yang sudah mati
· Jumlah perlu dikendalikan
· Tidak ada laporan konflik sosial




9. Alat pengumpul rumput laut
· Target : rumput laut
· Tidak dioperasikan di daerah terumbu karang
· Jumlah perlu dikendalikan
· Tidak ada laporan konflik sosial



10. Muro Ami
· Target : ikan karang dan ikan pelagis
· Sejak dulu merupakan alat tangkap utama di daerah terumbu karang
· Tidak selektif
· Cenderung membahayakan kelestarian sumberdaya ikan
· Kerusakan terumbu karang terjadi karena kegiatan operator
· Jarang terjadi konflik sosial




11. Lain-lain : jala tebar
· Target : segala jenis ikan
· Sering dioperasikan di daerah terumbu karang
· Kemampuan menangkap ikan rendah
· Tidak ada laporan konflik sosial



12. Garpu dan tombak
· Target : segala jenis ikan
· Dapat dioperasikan di daerah terumbu karang
· Kemampuan menangkap ikan rendah
· Kerusakan terumbu karang oleh operator
· Tidak ada laporan konflik sosial







DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2000. Cara Penangkapan Ikan Hias Yang Ramah Lingkungan.
www.terangi.or.id/publications/pdf/tkprmhlkngn.pdf. Downloaded 22
September 2006, 10:25

Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 2005. Petunjuk
Teknis Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan. Direktorat Kapal
Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan tahun 2005. Jakarta.

Fa'asili, Ueta. 2001. Principles of Community Fisheries Management. Working
Paper 4 in 2nd SPC Heads of Fisheries Meeting, Noumea, New Caledonia., 23 - 27 July 2001

Food and Agriculture Organization. 1997. FAO Technical Guidance for Responsible
Fisheries. Foor and Agriculture Organization of The United Nations.

Katon, Brenda M. and Robert S. Pomeroy. 1999. Fisheries Management of San
Salvador Island, Philippines: A Shared Responsibility, in Society and
Natural Resources Journal, 12:777-795

Pet-Soede, Lida & Mark Erdmann. 1999. An Overview and Comparison of
Destructive Fishing Practices in Indonesia. Unpublish working paper,
Dept of Dish Culture and Fisheries, Wageningen Agricultural University,
The Netherlands, and Dept of Integrative Biologym University of
California, Berkeley USA. http://govdocs.aquake.org/cgi/reprint/2006/
101/1010030.pdf, downloaded 30 Oktober 2006, 09:18

Sondita, M. Fedi A. dan Iin Solihin, Eds. 2006. Kumpulan Pemikiran Tentang
Teknologi Perikanan Tangkap yang Bertanggung Jawab: Kenangan
Purnabakti Prof Dr. Ir. Daniel R. Monintja, Dept. Pemanfaaan
Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut
Pertanian Bogor.

Subani, Waluyo Drs., Ir. H. R. Barus. 1988. Alat Penangkapan Ikan dan Udang
Laut di Indonesia, dalam: Jurnal Penelitian Perikanan Laut, Edisi
Khusus. Balai Penelitian Perikanan Laut, Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian, Dept. Pertanian, Jakarta.

Zakariah, Zahaitun Mahani. 2006. Destructive Fishing in Malaysia: The Need
for Local Participation in Fisheries Management. Unpublised
paper.www.mima.gov.my/mima/htmls/papers/pdf/zmz/zmz_busan.pdf.
Downloaded 08 September 2006. 08:15

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar